Sedikit berfikir
tentang. .sebuah kata Menang Tanpo Ngasorake begitulah pepatah orang
Jawa. Menang Tanpo Ngasorake mempunyai arti Menang Tanpa Mengalahkan.
Sama halnya seperti memenangkan hati dari
pertarungan melawan dorongan emosi, pikiran dan keyakinan. Dorongan emosi itu
pun terbentuk karena adanya keinginan yang tidak ada ujungnya dan emosi
biasanya terrefleksi dari rasa puas dan tidak puas. Sedangkan pikiran bekerja
untuk menganalisa masalah dilihat dari logis dan tidaknya. Dan keyakinan pun
menghasilkan keputusan benar atau salah.
Memenangkan hati bukan berarti
menjadikan peran hati lebih dominan loh guys. . Akan tetapi, menaklukkkan ketiga hal tersebut. Menaklukkan diri, pada dasarnya membangun keseimbangan fungsi dan menyatukan potensi diri. Tetapi pandangan umum banyak yang mengatakan bahwa kebesaran manusia biasanya diwakili oleh hatinya.
menjadikan peran hati lebih dominan loh guys. . Akan tetapi, menaklukkkan ketiga hal tersebut. Menaklukkan diri, pada dasarnya membangun keseimbangan fungsi dan menyatukan potensi diri. Tetapi pandangan umum banyak yang mengatakan bahwa kebesaran manusia biasanya diwakili oleh hatinya.
Upaya menaklukkan diri tersebut dapat
dilakukan dengan penyamaan langkah dan menggalang kekuatan diri yang merupakan
sebuah strategi, bisa juga disebut dengan Sabar.
Eh, Guys. .”Sabar tidak identik dengan
menyerah loh. .”, tetapi suatu upaya untuk mempertahankan diri untuk
memperoleh kemenangan. J
Seperti perjuangan Nabi Muhammad SAW ketika
beliau dan sahabat diboikot di Makkah selama 3 tahun, Rosul menyingkir ke
Yatsrib (Madinah) untuk menyelamatkan diri. Dengan semangat yang tak kunjung
padam dilandasi dengan kesabaran, beliau mampu menaklukkan Makkah tanpa
perlawanan dan tetesan darah. Islam diperjuangkan oleh tangan-tangan damai
penuh kasih sayang.
Beliau menggambarkan bahwa untuk mengatasi
segala sesuatu harus dilakukan denga kesabaran (kontrol emosi), strategi (cara
ataupun solusi), dan keyakinan untuk dapat mengatasinya.
Gampangnya hal itu dapat dibuat sebuah analogi
mobil. Penumpang akan merasa nyaman mengendarainya ketika tekanan udara pada
empat rodanya itu seimbang, sebaliknya akan terjadi suasana tidak nyaman jika
ada yang bermasalah pada salah satu sisinya.
J
Cukuplah kita belajar dari manusia besar yang mengukir
sejarah, bahwa KEBESARAN HARUS
DIPERJUANGKAN DENGAN JIWA BESAR bukan dengan KEKERASAN !.
0 komentar:
Posting Komentar