Niatku
serasa tertepis oleh rasa sakitku.
Terjatuh
dan terhempas dari dinding batu.
Dinding
terjal dan semakin terjal.
Terperosok
jauh dalam jurang tanpa pertolongan.
Disini
yang kurasa hanyalah tekanan. .tekanan. .dan tekanan.
Jika tidak karena cahaya pelita akupun tidak
akan bertahan.
Tak
dapat mengerti kecewa yang kurasakan.
Anak
usia dini mendapat hujaman.
Begitu
seperti yang tak pernah kudapatkan.
Dipermalukan,
Dihinakan, Diasingkan ditengah keramaian.
Jerit
tangis kupendam sendirian.
Entah
kapan rasa ini benar-benar menghilang.

0 komentar:
Posting Komentar