Pages

Kamis, 02 Januari 2014

Bekas Luka Pertama



Sedikit kisah tentang diriku. Kisah yang terlukis oleh waktu J, sebelumnya saya minta maaf jika ada kata yang tidak berkenan dalam tulisan ini J

Luka kata menyayat yang merupakan suatu bentuk rasa sakit, karena tergores, tertusuk, ataupun karena ucapan. Luka tidak hanya dirasakan oleh fisik tapi juga hati. Seperti yang kita ketahui, orang-orang yang tertimpa kemalangan dan benar-benar merasa hancur, laksana gedung kokoh yang dirobohkan dari dalam. Hal lain merasakan kacau sepanjang hidupnya, memang tidak terlalu menyedihkan tetapi, juga tak pernah mampu membahagiakan dirinya. Dan sebaliknya, ada orang-orang yang mampu tak menghiraukan kemalangan itu, walaupun hambatannya seperti tak dapat dilalui.

Sebagian besar dari kita pernah menjadi korban dari tukang gertak—di sekolah atau di tempat lain. Yah, hal yang ku alami saat aku pertama masuk di Madrasah Aliyah Negeri. Salah satu madrasah favorit di Kota Kediri. Hal itu terasa biasa untuk yang lain, jujur saja tidak untukku!. Hal itu seperti halangan dan masalah besar bagiku, bagi seorang siswa yang baru mengalami gertakan keras akibat tukang gertak atau sebut saja kakak-kakak MOS dan guru-guru yang terlibat. Pengalam pertama itu mengahancurkan orang, tetapi bekas luka takkan hilang dengan cepat.

Sepele saja semua perlakuan itu aku dapatkan hanya karna Handphone yang tak sengaja dimasukkan ke dalam tas oleh adikku. Memang itu hal yang melanggar Tata Tertib Sekolah, untuk keteledoran pertama kali. Hujaman bertubi bagai ribuan perisai yang ditancapkan hati. Dapatkah membayangkan rasanya ?? sakit. .yah lidah dan mulut-mulut itu terus bersilat bagai pisau tajam asahan. Kekecewaan, tertekan yang masih menimbulkan sakit hingga sekarang, terlihat biasa tapi jujur hanya karena penggertak itu. .semua terasa begitu berat!

Tujuan dari gertakan sebenarnya hanya ingin membentuk pribadi yang disiplin akan peraturan. Tapi apakah perlu sampai membentak-bentak, teriak-teriak, dan mereka bilang bahwa, “saya hanyalah gulma diantara padi yang tumbuh subur, saya hanyalah sampah yang pantas dibuang! Sampah yang tak pantas berada di lahan yang subur, bahkan jadipun pupuk tak akan berguna!” dan mereka memberi surat panggilan untuk orangtua dan memberitahuakan kepada saya bahwa saya akan di-Drop Out !. Serasa lemas tak berdaya, mulut pun tak mampu menjawab, air matapun berlinang derasnya disepanjang jalan, hanya karena tanpa ada hal macam-macam ??. Dapatkah Anda bayangkan bagaimana stressnya saya, bagaimana bingungnya saya??. Dan yang tak dapat saya bayangkan adalah bagaimana kecewanya orangtua saya!! Jujur saya bukan pribadi yang kuat, hal itu pun hanya membuat saya tepuruk. Tak sepantasnya Masa Orientasi Siswa di isi dengan hal yang dapat mengganggu Psikis seorang pelajar karena tidak semua siswa mempunyai pribadi yang kuat, mereka mempunyai karakter pribadi masing-masing dan apabila diteruskan hal itu hanya akan menimbulkan rasa dendam, benci, kecewa, dan secara tak langsung mereka seperti mengajarkan sikap komunis kepada para anak didiknya. Sungguh miris masa yang pernah ku lewatkan!.


Semoga seiring berjalan dengan waktu. .mereka sadar akan hal apa yang seharusnya dilakukan dalam masa pengenalan. J

0 komentar:

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "