Sedikit kisah tentang
diriku. Kisah yang terlukis oleh waktu J, sebelumnya saya minta maaf jika ada kata yang tidak berkenan dalam
tulisan ini J
Luka kata menyayat yang merupakan suatu bentuk
rasa sakit, karena tergores, tertusuk, ataupun karena ucapan. Luka tidak hanya
dirasakan oleh fisik tapi juga hati. Seperti yang kita ketahui, orang-orang
yang tertimpa kemalangan dan benar-benar merasa hancur, laksana gedung kokoh
yang dirobohkan dari dalam. Hal lain merasakan kacau sepanjang hidupnya, memang
tidak terlalu menyedihkan tetapi, juga tak pernah mampu membahagiakan dirinya.
Dan sebaliknya, ada orang-orang yang mampu tak menghiraukan kemalangan itu,
walaupun hambatannya seperti tak dapat dilalui.
Sebagian besar dari kita pernah menjadi korban
dari tukang gertak—di sekolah atau di tempat lain. Yah, hal yang ku alami saat
aku pertama masuk di Madrasah Aliyah Negeri. Salah satu madrasah favorit di
Kota Kediri. Hal itu terasa biasa untuk yang lain, jujur saja tidak untukku!.
Hal itu seperti halangan dan masalah besar bagiku, bagi seorang siswa yang baru
mengalami gertakan keras akibat tukang gertak atau sebut saja kakak-kakak MOS
dan guru-guru yang terlibat. Pengalam pertama itu mengahancurkan orang, tetapi
bekas luka takkan hilang dengan cepat.
Sepele saja semua perlakuan itu aku dapatkan
hanya karna Handphone yang tak
sengaja dimasukkan ke dalam tas oleh adikku. Memang itu hal yang melanggar Tata
Tertib Sekolah, untuk keteledoran pertama kali. Hujaman bertubi bagai ribuan perisai
yang ditancapkan hati. Dapatkah membayangkan rasanya ?? sakit. .yah lidah dan
mulut-mulut itu terus bersilat bagai pisau tajam asahan. Kekecewaan, tertekan
yang masih menimbulkan sakit hingga sekarang, terlihat biasa tapi jujur hanya
karena penggertak itu. .semua terasa begitu berat!
Tujuan dari gertakan sebenarnya hanya ingin
membentuk pribadi yang disiplin akan peraturan. Tapi apakah perlu sampai
membentak-bentak, teriak-teriak, dan mereka bilang bahwa, “saya hanyalah gulma
diantara padi yang tumbuh subur, saya hanyalah sampah yang pantas dibuang!
Sampah yang tak pantas berada di lahan yang subur, bahkan jadipun pupuk tak
akan berguna!” dan mereka memberi surat panggilan untuk orangtua dan
memberitahuakan kepada saya bahwa saya akan di-Drop Out !. Serasa lemas tak berdaya, mulut pun tak mampu menjawab,
air matapun berlinang derasnya disepanjang jalan, hanya karena tanpa ada hal
macam-macam ??. Dapatkah Anda bayangkan bagaimana stressnya saya, bagaimana
bingungnya saya??. Dan yang tak dapat saya bayangkan adalah bagaimana kecewanya
orangtua saya!! Jujur saya bukan pribadi yang kuat, hal itu pun hanya membuat
saya tepuruk. Tak sepantasnya Masa Orientasi Siswa di isi dengan hal yang dapat
mengganggu Psikis seorang pelajar karena tidak semua siswa mempunyai pribadi
yang kuat, mereka mempunyai karakter pribadi masing-masing dan apabila
diteruskan hal itu hanya akan menimbulkan rasa dendam, benci, kecewa, dan
secara tak langsung mereka seperti mengajarkan sikap komunis kepada para anak
didiknya. Sungguh miris masa yang pernah ku lewatkan!.
Semoga seiring berjalan dengan waktu. .mereka
sadar akan hal apa yang seharusnya dilakukan dalam masa pengenalan. J

0 komentar:
Posting Komentar